PuspitaWardani's blog..

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

TUGAS BIOLOGI
“Uji Kandungan Makanan”



















Oleh :

Dwi Ardiana Sari (XI IPA 3/07)
Maulya Septi Sari (XI IPA 3/26)
Puspita Wardani (XI IPA 3/31)
Wahyu Nur Isnaeni (XI IPA 3/38)

SMA Negeri 1 Kebumen
2008/2009



Judul : Uji Kandungan Makanan
Tujuan : Membuktikan adanya kandungan zat karbohidrat, protein, lemak, amilum, dan vitamin C di dalam bahan makanan.
Dasar teori :

 Untuk bahan makanan yang mengandung glukosa, bila ditetesi Fehling A dan Fehling B atau Benedick, setelah dipanaskan warna akan berubah menjadi merah bata.
 Untuk bahan makanan yang mengandung amilum, setelah ditetesi iodium, warna akan berubah menjadi biru tua.
 Untuk bahan makanan yang mengandung Protein, setelah ditetesi NaOH + CuSO4 atau Biuret, warna akan berubah menjadi ungu/biru tua.
 Untuk bahan makan yang mengandung lemak, setelah bahan makanan dioleskan pada kertas buram, maka kertas buram dapat tembus pandang setalah kering.

Alat dan bahan

Alat :

• Tabung reaksi : 6 buah
• Plat tetes : 1 buah
• Rak/tempat tabung reaksi : 1 buah
• Pipet tetes : 2 buah
• Spatula : 2 buah
• Pembakar spirtus : 1 buah
• Kaki tiga : 1 buah
• Kawat asbes : 1 buah
• Korek api : 1 buah
• Penjepit : 1 buah
• Kasa : 1 buah
• Alu porselin : 1 buah
• Lumpang porselin : 1 buah
• Beaker glass : 3 buah

Bahan :


• Bahan makanan
• Nasi putih ± 12 jam
• Jagung
• Singkong
• Pisang
• Putih telur (matang)
• Roti pisang
• Gandum
• Margarin
• Kuning telur (matang)
• Roti cracker
• Indikator universal
• Marimas rasa jeruk
• Jeruk nipis
• Jeruk sunkist


Penguji

• Fehling A & B
• Benedick
• Biuret
• Iodium


Cara Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Melumatkan bahan makanan dengan lumpang dan alu porselen.
3. Menyediakan 6 buah tabung reaksi.
4. Mengisikan lumatan bahan makanan tersebut ke masing-masing tabung reaksi setinggi 1 cm.
5. Memperhatikan warna bahan makanan tersebut sebelum dicampur dengan beberapa tetes benedick .
6. Menambahkan beberapa tetes (2 tetes) benedick ke dalam tabung reaksi.
7. Mengguncang-guncangkan tabung reaksi tersebut.
8. Memasukan tabung reaksi pada gelas beaker yang sudah diisi air mendidih.
9. Mengamati perubahan warna bahan makanan yang terjadi selama pemanasan.
10. Mengangkat hasil percobaan ke tempat tabung reaksi semula kemudian mencatatnya pada data pengamatan.
11. Sementara itu, tumbukan bahan makanan yang masih ada sebelumnya diletakan pada plat tetes.
12. Menambahkan beberapa tetes NaOH + CuSO4 (Biuret) ke dalam bahan makanan di dalam plat tetes tersebut.
13. Mengaduknya dengan spatula.
14. Mengamati perubahannya.
15. Mencatat hasil percobaan pada data pengamatan.
16. Membersihkan plat tetes.
17. Meletakan bahan makanan yang masih ada sebelumnya ke dalam plat tetes.
18. Menambahkan 2 tetes iodium ke dalam bahan makanan di dalam plat tetes.
19. Mengaduknya dengan spatula.
20. Mengamati perubahan warnanya.
21. Mencatat hasil percobaan pada data pengamatan.
22. Mengoleskan lumatan bahan makanan di atas kertas buram.
23. Mengamati apakah kertas dapat tembus setalah kering atau tidak.
24. Mencatat hasil percobaan pada data pengamatan.
25. Menyiapkan 3 buah beaker glass.
26. Memasukkan air jeruk nipis, jeruk sunkis dan marimas(ditambah air) ke dalam masing-masing beaker glass.
27. Memasukkan indikator universal ke dalam beaker glass yang telah berisi aneka air jeruk.
28. Mencocokkan warna yang tampak pada indikator universal setelah dicelupkan kedalam masing-masing beaker glass dengan skala yang terdapat pada kemasan.
29. Mencatat hasilnya pada tabel pengamatan.


Data Hasil Percobaan


 Uji Glukosa

Bahan makanan ditambahkan Fehling A dan Fehling B atau Benedick (2 tetes)


No Nama Bahan Makanan Warna Sebelum Diberi Benedick Warna Setelah Diberi Benedick dan Dipanaskan
1 Nasi putih ±12 jam Putih Tetap putih
2 Jagung Kuning tua Merah bata
3 Singkong Putih (krem) Orange
4 Pisang Kuning tua Coklat kemerahan
5 Putih telur (matang) Putih Coklat
6 Roti pisang Coklat muda Merah bata
7 Gandum Putih Tetap putih
8 Margarin Kuning Tetap Kuning
9 Kuning telur(matang) Kuning Tetap Kuning
10 Roti cracker Coklat Merah bata












 Uji Amilum

Bahan makanan ditambahkan Iodium

No Nama Bahan Makanan Warna Sebelum Diberi Iodium Warna Setelah Diberi Iodium
1 Nasi putih ±12 jam Putih Biru tua
2 Jagung Kuning tua Biru tua
3 Singkong Putih (krem) Biru tua
4 Pisang Kuning tua Biru tua
5 Putih telur (matang) Putih Biru tua
6 Roti pisang Coklat muda Biru tua
7 Gandum Putih Biru tua
8 Margarin Kuning Orange
9 Kuning telur(matang) Kuning Merah bata
10 Roti cracker Coklat Biru tua

 Uji Protein

Bahan makanan ditambahkan NaOH + CuSO4 atau Biuret

No Nama Bahan Makanan Warna Sebelum Diberi Biuret Warna Setelah Diberi Biuret
1 Nasi putih ±12 jam Putih Tetap putih
2 Jagung Kuning tua Tetap kuning tua
3 Singkong Putih (krem) Tetap putih (krem)
4 Pisang Kuning tua Tetap kuning tua
5 Putih telur (matang) Putih Ungu
6 Roti pisang Coklat muda Ungu
7 Gandum Putih Tetap putih
8 Margarin Kuning Tetap kuning
9 Kuning telur(matang) Kuning Ungu
10 Roti cracker Coklat Tetap coklat
 Uji Lemak

Bahan makanan yang ada diuji menggunakan kertas buram. Jika terjadi noda yang transparan setelah kering maka dapat dikatakan mengandung lemak. Sedangkan jika tidak terjadi noda yang transparan setelah kering maka dapat dikatakan tidak mengandung lemak.

No Nama Bahan Makanan Terjadi noda yang transparan Tidak terjadi noda yang transparan
1 Nasi putih ±12 jam 
2 Jagung 
3 Singkong 
4 Pisang 
5 Putih telur (matang) 
6 Roti pisang 
7 Gandum 
8 Margarin 
9 Kuning telur(matang) 
10 Roti cracker 


 Uji pH

No Jenis bahan yang diuji pH
1. Jeruk nipis 2
2. Jeruk sunkist 4
3. Marimas rasa jeruk 3









Pembahasan

No Nama Bahan makanan yang diuji Kandungan gizi

Glukosa Amilum Protein Lemak pH
1. Nasi putih ±12 jam - +(****) - - -
2. Jagung +(****) +(****) - - -
3. Singkong +(*) +(****) - - -
4. Pisang +(***) +(****) - - -
5. Putih telur +(**) +(****) +(****) - -
6. Roti Pisang +(****) +(****) +(****) - -
7. Gandum - +(****) - - -
8. Margarin - - - +(****) -
9. Kuning telur(matang) - - +(****) - -
10. Roti cracker +(****) +(*) - - -
11. Jeruk Nipis - - - - 2
12. Jeruk Sunkist - - - - 4
13. Marimas rasa Jeruk - - - - 3



 Nasi Putih ±12 jam
Setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya, dengan menambahkan fehling A dan fehling B(benedick) pada nasi yang telah dihaluskan. Tidak Nampak adanya perubahan warna yaitu dari warna sebelum ditambahkan Benedict berwarn aputih, setelah ditambahkan benedick, warnanya tetap putih. Sedangkan, seharusnya didalam nasi terdapat kandungan glukosa. Mungkin, karena nasinya sudah terlalu lama waktu pemasakannya dan juga adanya faktor lain yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Misalnya, kurangnya ketelitian kami pada saat melakukan prosedur kerja(langkah kerjanya). Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium pada nasi yang sudah dihaluskan, terjadi perubahan warna sebelum dan sesudah ditambah iodium. Yaitu, dari putih menjadi biru tua. Sehingga, nasi merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, warna sebelum dan sesudah ditambah dengan biuret yaitu tetap putih. Sehinnga nasi merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sedangkan setelah diuji untuk mengetahui kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, nasi termasuk bahan makanan yang tidak menandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa nasi ±12 jam hanya mengandung amilum. Dan tidak mengandung protein, glukosa dan lemak.

 Jagung
Pada jagung yang telah dihaluskan setelah diuji glukosanya dengan menambahkan benedick, terjadi perubahan warna dari kuning tua menjadi merah bata. Sehingga jagung merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa. Sedangkan, pada jagung yang diuji kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna yaitu, dari kuning tua menjadi biru tua. Sehingga, jagung merupakan bahan makanan yang tidak mengandung amilum. Sedangkan pada jagung yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, tidak terjadi perubahan warna, yaitu warnanya tetap kuning tua. Sehingga, jagung tidak mengandung protein. Sedangkan, pada jagung yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, jagung merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa jagung hanya mengandung glukosa dan amilum. Dan tidak mengandung protein dan lemak.

 Singkong
Pada singkong yang telah dihaluskan setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, terjadi perubahan warna dari putih krem berubah menjadi orange. Sehingga singkong merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dangan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna dari putih krem menjadi biru tua. Sehingga singkong merupakan bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan pada singkong yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, tidak terjadi perubahan warna, yaitu warnanya tetap putih krem. Sehingga singkong merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sedangkan, pada singkong yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, singkong merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa singkong hanya mengandung glukosa dan amilum. Dan tidak mengandung protein dan lemak.


 Pisang
Pada pisang yang telah dihaluskan setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, terjadi perubahan warna dari kuning tua berubah menjadi kemerahan. Sehingga pisang merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna dari kuning tua menjadi biru tua. Sehingga pisang merupakan bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan pada pisang yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, tidak terjadi perubahan warna, yaitu warnanya tetapkuning tua. Sehingga pisang merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sedangkan, pada pisang yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, pisang merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa pisang hanya mengandung glukosa dan amilum. Dan tidak mengandung protein dan lemak.



 Putih telur(matang)
Pada putih telur yang telah dihaluskan setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, tidak terjadi perubahan warna yaitu putih menjadi coklat. Padahal, seharusnya putih telur tidak mengandung glukosa. Mungkin karena adanya faktor lain yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Misalnya, kurangnya ketelitian kami pada saat melakukan prosedur kerja(langkah kerjanya). Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna dari kuning tua menjadi biru tua. Sehingga putih telur merupakan bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan padaputih telur yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, terjadi perubahan warna, yaitu warnanya berubah dari putih menjadi biru tua/ungu. Sehinggaputih telur merupakan bahan makanan yang mengandung protein. Sedangkan, pada putih telur yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, putih telur merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa putih telur hanya mengandung amilum. Dan tidak mengandung glukosa, protein dan lemak.


 Roti pisang
Pada roti pisang yang telah dihaluskan setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, terjadi perubahan warna dari coklat muda berubah menjadi merah bata. Sehingga roti pisang merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna dari coklat muda menjadi biru tua. Sehingga roti pisang merupakan bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan pada roti pisang yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, terjadi perubahan warna, yaitu dari coklat muda menjadi biru tua. Sehingga roti pisang merupakan bahan makanan yang mengandung protein. Sedangkan, pada roti pisang yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, roti pisang merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa roti pisang hanya mengandung glukosa, amilum dan protein. Dan tidak mengandung lemak

 Gandum
Pada gandum setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, tidak terjadi perubahan warna yaitu tetap berwarna putih. Sehingga gandum merupakan bahan makanan yang tidak mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru tua. Sehingga gandum merupakan bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan pada gandum yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, tidak terjadi perubahan warna, yaitu tetap berwarna putih. Sehingga gandum merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sedangkan, pada gandum yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, gandum merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa roti pisang hanya mengandung glukosa dan amilum. Dan tidak mengandung lemak dan protein.

 Margarin
Pada margarin setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, tidak terjadi perubahan warna yaitu tetap berwarna kuning. Sehingga margarin merupakan bahan makanan yang tidak mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, tidak terjadi perubahan warna yaitu tetap berwarna kuning. Sehingga margarin merupakan bahan makanan yang tidak mengandung amilum. Sedangkan pada margarin yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, tidak terjadi perubahan warna, yaitu tetap berwarna kuning. Sehingga margarin merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sedangkan, pada margarin yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, margarin merupakan bahan makanan yang mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa margarin hanya mengandung lemak. Dan tidak mengandung glukosa, amilum dan protein.

 Kuning telur(matang)
Pada kuning telur setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, tidak terjadi perubahan warna yaitu tetap berwarna kuning. Sehingga kuning telur merupakan bahan makanan yang tidak mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna yaitu dari kuning menjadi merah bata bukan biru tua. Sehingga kuning telur merupakan bahan makanan yang tidak mengandung amilum. Sedangkan pada kuning telur yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, terjadi perubahan warna, yaitu dari kuning menjadi biru tua/ungu. Sehingga kuning telur merupakan bahan makanan yang mengandung protein. Sedangkan, pada kuning telur yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, kuning telur merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa kuning hanya mengandung protein. Dan tidak mengandung glukosa, amilum dan lemak.

 Roti Cracker
Pada roti cracker yang telah dihaluskan setelah diuji ada tidaknya kandungan glukosanya dengan menambahkan benedick, terjadi perubahan warna dari coklat muda berubah menjadi merah bata. Sehingga roti cracker merupakan bahan makanan yang mengandung glukosa. Sedangkan setelah diuji ada tidaknya kandungan amilumnya dengan menambahkan iodium, terjadi perubahan warna dari coklat menjadi biru tua. Sehingga roti cracker merupakan bahan makanan yang mengandung amilum. Sedangkan pada roti cracker yang diuji kandungan proteinnya dengan menambahkan biuret, tidak terjadi perubahan warna, yaitu tetap berwarna coklat. Sehingga roti cracker merupakan bahan makanan yang tidak mengandung protein. Sedangkan, pada roti cracker yang diuji kandungan lemaknya dengan menggunakan kertas buram, tidak terdapat noda yang transparan pada kertas buram tersebut. Sehingga, roti cracker merupakan bahan makanan yang tidak mengandung lemak.
Sehingga, secara keseluruhan dari hasil percobaan, dapat diketahui bahwa roti cracker hanya mengandung glukosa dan amilum. Dan tidak mengandung protein dan lemak.

 pH
Pada jeruk nipis setelah diukur menggunakan indicator universal pHnya adalah 2. Pada jeruk sunkis pHnya 4, sedangkan pada marimas 3. Dari percobaan tersebut diperoleh jeruk nipis memiliki tingkat kesaman yang paling tinggi.

Pertanyaan

1) Bahan makanan mana yang banyak mengandung zat makanan?
2) Bahan makanan manakah yang banyak mengandung sumber karbohidrat?
3) Bahan makanan manakah yang banyak mengandung sumber protein?
4) Bagi para pekerja yang bekerja menggunakan tenaga fisik, bahan makanan apa yang mereka butuhkan?
5) Bagi para pekerja yang bekerja menggunakan pikiran, bahan makanan apa yang mereka butuhkan?
6) Pada masa pertumbuhan, bahan makanan apakah yang sangat dibutuhkan?



Jawaban Pertanyaan

1) Bahan makanan yang banyak mengandung zat makanan adalah bahan makan yang mengandung lebih dari satu jenis zat makanan. Misalnya, dalam satu bahan makanan, terdapat(terkandung) glukosa, protein, amilum dan lemak. Dalam percobaan yang telah kami lakukan, bahan makanan yang paling banyak mengandung zat makanan adalah; putih telur dan roti pisang
2) Bahan makanan yang banyak mengandung sumber karbohibrat adalah: nasi.
3) Bahan makanan yang banyak mengandung sumber protein adalah: kuning telur dan putih telur.
4) Bagi para pekerja yang menggunakan tenaga fisik, bahan makanan yang mereka butuhkan adalah bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Karena bagi para pekerja yang bekerja menggunakan tenaga fisik lebih banyak mengeluarkan energi. Sehingga kebutuhan energinya juga akan semakin meningkat sesuai dengan kadar energi yang telah dikeluarkan dari aktifitas fisik tersebut. Karena, aktifitas fisik sangat menentukan seberapa besar seseorang membutuhkan energi(dalam bentuk karbohidrat). Karena kebutuhan energi seseorang yang bekerja sebagai buruh bangunan berbeda dengan seseorang yang bekerja sebagai guru. Sehingga, bagi pekerja yang bekerja menggunakan fisik, mereka membutuhkan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Tetapi bukan berarti mereka tidak membutuhkan bahan makanan yang mengandung protein, lemak dll. Tapi, disini yang paling dominan mereka butuhkan adalah makanan yang banyak mengandung karbohidrat tetapi dengan tetap memperhatikan pola makanan yang sehat(empat sehat lima sempurna).
5) Bagi para pekerja yang bekerja menggunakan pikiran, bahan makanan yang mereka butuhkan adalah bahan makanan yang banyak mengandung protein.
6) Pada masa pertumbuhan, bahan makanan yang sangat dibutuhkan adalah bahan makanan yang banyak mengandung: karbohidrat, protein, kalsium, vitamin dan zat besi.

 Karbohidrat
karena, faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja(pada masa pertumbuhan) adalah aktivitas fisik, seperti olahraga yang diikuti baik dalam kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Remaja yang aktif dan banyak melakukan olahraga memerlukan asupan energi yang lebih besar dibandingkan yang kurang aktif.
 Protein
Kebutuhan protein juga meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan yang sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan cepat lebih dulu.

Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein bagi remaja 1,5 - 2,0 gr/kg BB/hari. AKG protein remaja dan dewasa muda adalah 48-62 gr per hari untuk perempuan dan 55-66 gr per hari untuk laki-laki.

Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi dibandingkan sumber protein nabati, karena komposisi asam amino esensial yang lebih baik, dari segi kualitas maupun kuantitas. Berbagai sumber protein adalah: daging merah (sapi, kerbau, kambing), daging putih (ayam, ikan, kelinci), susu dan hasil olahannya (keju, mentega, yakult), kedele dan hasil olahannya (tempe, tahu), kacang-kacangan, dan lain-lain.

 Kalsium
Kebutuhan kalsium pada masa remaja relatif tinggi karena akselerasi muscular, skeletal/kerangka dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak dan dewasa. Lebih dari 20 persen pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50 persen massa tulang dewasa dicapai pada masa remaja. AKG kalsium untuk remaja dan dewasa muda adalah 600-700 mg per hari untuk perempuan dan 500-700 mg untuk laki-laki. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber kalsium lainnya ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan lain-lain.

 Vitamin
Kebutuhan vitamin juga meningkat selama masa remaja karena pertumbuhan dan perkembangan cepat yang terjadi. Karena kebutuhan energi meningkat, maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat, antara lain yang berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti vitamin B1, B2 dan Niacin. Untuk sintesa DNA dan RNA diperlukan vitamin B6, asam folat dan vitamin B12, sedangkan untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup. Dan vitamin A, C dan E untuk pembentukan dan penggantian sel.
 Zat Besi
Kebutuhan zat besi pada remaja juga meningkat karena terjadinya pertumbuhan cepat. Kebutuhan besi pada remaja laki-laki meningkat karena ekspansi volume darah dan peningkatan konsentrasi haemoglobin (Hb).


Kesimpulan

 Bahan makanan yang mengandung Amilum:
 Nasi ±12 jam
 Singkong
 Roti pisang
 Roti creaker
 Gandum
 Pisang
 Jagung
 Putih telur

 Bahan makanan yang mengandung lemak:
 Margarin

 Bahan makanan yang mengandung protein:
 Kuning telur
 Putih telur
 Roti pisang

 Bahan makanan yang nengandung glukosa:
 Pisang
 Roti creacker
 Roti pisang
 Pisang
 Singkong
 Putih telur

0 komentar:

Poskan Komentar